Saturday, 14 April 2012

iseng mode : on

kali ini,, ak mw ngomong2 ttg "pendidikan"
klo diartikan dalam wawasan sempit, mnurut ak, pendidikan itu :
TK
SD
SMP
SMA
KULIAH
dan jenjang lain yg lebih tggi
sungguh mmbosankan ... kalaulah seumur2 hdup msti trs bljar buku2 n mengisi nilai akademik. belajar itu.. bukan masalah nilai. kdg ak br mmahami sstu stlh ujian. parah. 
hem...
pndidikan itu, tak trlpas dari didikan... 
didikan itu, tak trlepas dari pengajar, yg istilah ny disebut guru.
guru adlah pahlawan tanpa tanda jasa. benar.. saya setujuuuuuuuuuuuuu (plok..plok..plok...plok..). 
dalam wawasan sempitnya, guru it adalah 
guru TK
guru SD
guru SMP
guru SMA
Dosen
yap. guru2 tsb bnarlah org yg sangat berjasa.. salut sama mrk.. krn g smua org bisa jadi guru.. n g smua org mw memutuskan bhw dy mw jd guru.. 
yg namanya guru it, misi utamanya adalah memintarkan anak ork kn.. it mulia sakali... sangat mulia ^^...
dan skali lgi sya ucapkan slmat buat para guru,, kalian bnr2 pahlawan tnpa tnda jasa.

mengenai pendidikan dr wawasan luas, ini yg mw ak utarakan
pendidikan itu, mencakupi semua aspek kehidupan, yang dimulai dari jasmani (otak) dan ruhani. kebanyakan pendidikan yg didapatkan di forum bljar especially sekolah, tempat2 les, cenderung mendidik jasmani. sdgkan ruhani, kebanyakan otodidak.. tgl pandai2 org it sndiri gmna cara spya ruhaninya terdidik.
alam mendidik ruhani dg sangat baik :') dengan visualisasi yg luar biasa, hutan, gunung, sawah, lautan (lagu ibu pertiwi).. semua bisa jadi alat didikan,, cuma.. yg satu ini kadang dijalani tnpa pendidik,, tak lain tak bukan.. kita sendiri yg pintar2 memanfaatkan ap yg  ad buat mendidik diri sndiri..
ruhani yg terdidik akan mendatangkan keberuntungan yang luar biasa,, yaitu kedamaian dlm mnjalani hdup :')..
dengan kegiatan2 di dunia yg super bkin sbuk... ruhanilah tmpat mndamaikan diri..
pkknya.. kita tak boleh kalah sma hidup... hidup adalah perjuangan.. n dlm hdup inilah kita berjuang,, uyeeh...!!

dalam suatu bahan bacaan, ak ad ngutip kta2 yg bgus..
“Keteladanan menjadi kunci utama dalam proses pendidikan, tanpa keteladanan pendidikan hanya akan menjadi transfer of knowledge tapi tidak transfer of value. Kisah dalam buku ini sangat baik untuk dijadikan ibrah (pelajaran) dalam hidup dan kehidupan kita.” ~ Dr Arief Rachman, MPd – Pakar Pendidikan


inilah yg mnjadi dsar dlm mnempuh proses pembelajaran hidup.. yg tdak bsa lpas dr pendidikan..
so,, bnarlah klau hidup itu untuk belajar, bukan belajar untuk hidup.. krn yg terutama itu kita hidup baru bisa bljar,, 
n untuk bsa mmiliki kteladanan,, hrus dcapai keseimbangan antara jasmani n ruhani... 
dimanapun kita bsa bljar, sepele ap pun dmata kita suatu hal, psti mngndung pljaran.. jdi, bljar itu adlh arti yg luas.. n tdak hnya diidentikkan dgn "buku"...


hidup "hidup"!!! :D
smga kita smua adlh org2 yg sll berjuang :))


keep smile n spirit...


inspired by : You, the one who the most mercifull-Allah

Sunday, 1 January 2012

Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. var rubrum)


Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum)
Gambar Tanaman jahe Merah

Klasifikasi Tanaman
Jahe merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum) memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Divisi                    : Magnoliophyta
Kelas                    : Liliopsida
Anak kelas           : Zingiberidae
Bangsa                 : Zingiberales
Suku                     : Zingiberaceae
Marga                   : Zingiber
Jenis                     : Zingiber officinale Rosc. var. rubrum
(Anonim, 2009).
Kandungan Kimia
Minyak atsiri yang terdapat dalam rimpang jahe merah mengandung trans-geraniol, geranil asetat, zingiberen, sitral, kurkumen, betasesquiphellandrene, oleoresin, gingerole, [6]-shogaol, gingerdiol, 10-dehydroginger-dion, 10-ginger-dion, 6-gingerdion, dan kapsaisin (Shimoda et al, 2009).
       Secara umum konstituen utama minyak atsiri tumbuhan yang termasuk suku Zingiberaceae adalah Zingiberen (70%), di samping itu terdapat pula α-Pinen,  β-felandren, kamfen, limo-nen, Linalool, Borneol, Sitral, Noni-alde-hida, desil aldehida, Metil heptenon, Sineol, Bisabolen, α-Kurkumen, Farnesen, Humulen dan Zingiberol (Hegnauer, 1986)
Gambar Rimpang jahe Merah

  Bagian-bagian Tanaman Jahe Merah
Rimpang dan akar
Jahe merah mempunyai rimpang lebih kecil, berwarna merah  sampai jingga muda. Seratnya agak kasar, aromanya tajam dan rasanya  sangat pedas. Panjang akar 17,03-24,06 cm, diameter akar 5,36-5,46 mm,  panjang rimpang 12,33-12,60 cm, tinggi rimpang 5,86-7,03 cm, berat  rimpang 0,29-1,17 kg (Santoso, 1995).
Batang
Jahe merah mempunyai batang agak keras, berbentuk bulat kecil, berwarna hijau kemerahan, diselubungi oleh pelepah daun, dan tinggi tanaman 48,23±14,05 cm (Santoso, 1995).
Daun
Jahe merah mempunyai daun berselang-seling teratur, warna daun  lebih hijau, permukaan daun atas berwarna hijau muda, jika dibanding dengan bagian bawah. Luas daun 32,55-51,58 mm, panjang daun 24,30-4,79 cm, lebar daun 2,79-31,18 cm dan lebar tajuk 44,9±7,97 cm  (Santoso, 1995).

Saturday, 25 June 2011

Larutan untuk Suplai Makanan secara Parenteral

TPN

=total parenteral nutrition

tujuan pemberian TPN : sumber nutrisi yang harus dicukupi, sesuai diet normal. selain itu merupakan individually tailored.

indikasi TPN : preoperative, komplikasi postoperative, short bowel syndrome, GI disease, major trauma

komplikasi postoperative meliputi sepsis ( radang pada seluruh tubuh dikarenakan infeksi), fistulae (adanya jalan yang abnormal yang dibentuk di suatu organ), ileus atau GI statis.

short bowel syndrome : postinfarction of bowel, trauma. bowel artinya tidak bisanya diserap nutrisi, diakibatkan peradangan di bagian usus yang parah.

GI disease : crohn's disease ( infeksi usus menahun), ulcerative collitis (peradangan di usus sehingga mengganggu pencernaan), pankreatitis, radiation enteritis (peradangan di ujung usus), malabsorption cancer.

major trauma : burns, accidents, ICU patients, ARF (acute renal failure).

KI TPN : fungsi GIT yang normal, untuk kemajuan status nutrisi preoperative jangka pendek (malnutrisi jangka pendek), BB tutun 10% tapi singkat, penyakit AIDS.

kelemahan TPN : mahal, kompleks ; life-threatening complications; penggunaannya dibatasi pada situasi dimana GIT tidak berfungsi atau inaccesible, misal pada pasien gagal ginjal akut maupun kronis; umum diberikan di rumah sakit; bisa juga untuk rawat jalan di rumah.

7 komponen TPN : air, protein, karbohidrat, lemak, elektrolit, trace elements, vitamin.

kebutuhan dasar air dipengaruhi beberapa faktor:

  1. demam, setiap kenaikan 1 derajat celcius dari temperatur normal,  diperlukan air ekstra 10-15% dari biasanya. 
  2. anabolisme meningkat
  3. temperatur lingkungan yang tinggi
  4. kelembaban
  5. abnormal losses from GIT
  6. abnormal losses from skin
  7. terapi obat 
  8. cardiac failure, renal failure
protein : dengan larutan infusi asam amino esensial, sorbitol, vitamin, tambahan elektrolit. larutan diatur pada ph 6, dilakukan pada suhu 120 derajat celcius sehingga pembuatannya dilakukan dengan penjenuhan gas netral.

kebutuhan nitrogen : (g/kg/24 h)
basal = 0,15 
catabolic = 0,2
hypercatabolic = 0,3


kebutuhan nitrogen dihitung secara individu berdasarkan ekskresi nitrogen di urin, feses, dan abnormal losses.




Friday, 24 June 2011

Firework_by Katy Perry

Do you ever feel like a plastic bag,
drifting through the wind
wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
like a house of cards,
one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep?
6 feet under screams but no one seems to hear a thing
Do you know that there's still a chance for you
'Cause there's a spark in you

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe your reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will glow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite, the light, and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through-ough-ough

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
As you shoot across the sky-y-y

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go "Oh, Oh, Oh"
You're gonna leave 'em all in awe, awe, awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon 

Sunday, 19 June 2011

Analisis Vitamin C dalam Tablet Efferfescent

Pembuatan larutan indikator kanji 10%

  • ditimbang kanji dengan teliti sebanyak 1 gram
  • dilarutkan kanji tersebut dalam air panas 10 ml
  • diaduk hingga kelihatan merata dan homogen
Pembuatan larutan baku sekunder Na2S2O3 0,1 N
  • dilarutkan lebih kurang 26 gram natrium tiosulfat P dan 200 mg natrium karbonat dalam air
  • sebelumnya telah dididihkan dan didinginkan ad 1000 ml
Pembuatan larutan KI 10%
  • dilarutkan 16,3 gram kalium iodida P dalam air hingga 1000 ml
  • dimasukkan dalam wadah yang tidak tembus cahaya
Pembuatan larutan H2SO4 6 N
  • sebanyak 1000 ml aqua DM diukur dengan menggunakan gelas ukur, lalu sebanyak 500 ml aqua DM dan dimasukkan ke dalam sebuah gelas kimia
  • ditambahkan sebanyak kurang lebih 168 ml larutan H2SO4 yang pekat ke dalam botol reagen berisi aqua DM dengan perlakuan sambil diaduk
  • larutan kemudian didinginkan pada suhu kamar
  • larutan dipindahkan ke dalam botol reagen
  • sisa aqua DM di dalam gelas ukur, dimasukkan dalam botol reagen berisi larutan H2SO4
  • dilarutkan dan dihomogenkan dan diberi  suatu label
Pembuatan baku sekunder I2
  • dilarutkan lebih kurang 14 gram iodium P dalam larutan 36 gram kalium iodida P dalam 100 ml air
  • ditambahkan 3 tetes asam klorida P
  • diencerkan dengan air hingga 1000 ml
Pembuatan larutan baku primer KIO3 0,1000 N
  • ditimbang 0,1 larrutan baku 0,1 dan KIO3 0,37 gram
  • dimasukkan ke dalam labu ukur ukuran 100 ml
  • dilarutkan dalam air suling dan diencerkan sampai tanda batas
  • dikocok dengan baik agar lebih tercampuri semuanya
Pembuatan sampel vitamin C 
  • dilarutkan dalam 200 ml air tablet effervescent 
  • dimasukkan ke dalam labu ukur 500 ml, ditambah air 500 ml
Pembakuan larutan Na2S2O3 0,1 N
  • dipipet 10 ml larutan KIO3 0,1 N
  • ditambahkan 10 ml larutan KI 
  • ditambahkan 5 ml H2SO4 6 N
  • dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,1 N sampai warna coklat jerami
  • ditambahkan 2 ml larutan indikator kanji 10% kemudian dititrasi sampai warna biruu tua
Pembuatan larutan I2 0,1 N
  • dipipet 10 ml Na2S2O3 0,1 N 
  • ditambahkan 5 ml H2SO4 0,6 N
  • tambahkan 2 ml indikator kanji 10%, kemudian dititrasi sampai terbentuk warna biru tua
Penetapan kadar vitamin C 
  • dipipet 10 ml sampel vitamin C masukkan ke erlenmeyer 
  • ditambahkan 5 ml H2SO4 6 N
  • ditambahkan 2 ml larutan indikator kanji kemudian dititrasi sampai terbentuk warna biru tua

Thursday, 16 June 2011

Back To the Nature_TemuPutih



Sistematika Tumbuhan
Temu Putih
Curcuma zedoaria (Berg.) RoscoeNama umum
Indonesia:Temu putih
Inggris:Setwall, white turmeric
Vietnam:Bong truat
Thailand:Kha min oi
Pilipina:Luya luyahan
Cina:yu jin, jiang huang

Curcuma zedoaria

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Commelinidae
                         Ordo: Zingiberales
                             Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
                                 Genus: Curcuma
                                     Spesies: Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe

Kerabat Dekat
Temu HitamTemu GiringKunyitKunyit ManggaTemu PutriTemu LawakKunyit Merah




sumber: 


Nama lain
White turmeric (Inggris), Zittwer (Jerman), Kachur / Ambhalad (India), dan Cedoaria (Spanyol) (Heyne, 1987).



Pertelaan / deskripsi menurut Gunawan (1988)
  • Perawakan : herba setahun, dapat lebih dari 2 m.
  • Batang : berupa rimpang yang bercabang di bawah tanah, berwarna coklat muda-coklat tua, di dalamnya putih atau putih kebiruan, memiliki umbi bulat dan aromatik.
  • Daun : tunggal, pelepah daun pembentuk batang semu berwarna hijau coklat tua, helaian 2-9 buah, bentuk memanjang lanset 2,5 kali lebar yang terlebar, ujung runcing meruncing, berambut tidak nyata, hijau atau hijau dengan bercak coklat ungu di tulang daun pangkal, 43-80 cm atau lebih. Daun pelindung berjumlah banyak.
  • Bunga : majemuk, susunan bulir, di ketiak rimpang primer tangkai berambut.
  • Kelopak : berjumlah tiga daun, berwarna putih atau kekuningan, bagian tengah berwarna merah atau coklat kemerahan, 3-4 cm.
  • Mahkota : tiga daun, putih kemerahan, tinggi rata-rata 4,5 cm.
  • Benangsari : satu buah tidak sempurna, bulat telur terbalik, kuning terang, 12-16x10- 11,5 mm, tungkai 3-5 x 2-4 kepala sari, 6 mm.
  • Buah : berambut rata-rata 2 cm.



Ekologi dan Penyebaran
Temu putih ditemukan tumbuh liar pada tempat terbuka yang tanahnya lembab pada ketinggian 0–10000 m dpl. Temu putih ditemukan di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Ambon, hingga Irian serta dibudidayakan di India, Bangladesh, Cina, Madagaskar, Filipina, dan Malaysia (Dalimartha, 2005).

Kandungan Kimia
Rimpang temu putih mengandung zat warna kurkumin (diarilheptanoid), minyak atsiri (Soedarsono, 1996), selain itu juga mengandung flavonoid, sulfur, gum, resin, tepung, dan sedikit lemak (Dalimartha, 2005).

Sifat dan Khasiat
Rimpang temu putih rasanya pedas, hangat, berbau aromatik.Temu putih termasuk tanaman obat yang menyehatkan darah. Rimpang temu putih berkhasiat antikanker, antiradang (antiflogistik), melancarkan aliran darah, tonik pada saluran cerna, peluruh haid (emenagog) dan peluruh kentut (Dalimartha, 2005).Selain itu berkhasiat untuk mengatasi memar, luka, keseleo, terantuk, terpukul, bisul (furunculus), bengkak, rematik, pegal linu, sengatan kalajengking atau ular (penawar racun/bisa), memulihkan tenaga sehabis melahirkan, menambah nafsu makan,menghilangkan nafas bau, cacingan, ambeien (hemorrhoids), demam, sakit gigi, jantung koroner, TBC, asma, radang saluran nafas (bronchitis), mencegah pembengkakan limpa dan mencegah kanker servik (Hariana, 2006). Khasiat lainnya yaitu sebagai antiinflamasi (Makabe dkk, 2006), analgesik (Ali dkk, 2004), antimikroba (Bugno dkk, 2007) dan antikanker (Syu dkk, 1998).

sumber : Dalimartha, S. 2005. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Trubus Agriwidya. Jakarta.
Gunawan, L. W., 1988. Teknik Kultur Jaringan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sudarsono., 1996. Daftar Tanaman Obat dan Khasiatnya. Jakarta







Fitokimia_Ekstraksi Polisakarida

Cara yang Dianjurkan 


Langkah Kerja Ekstraksi Umum

pemisahan polisakarida dari daun atau jaringan tumbuhan lain memerlukan suatu rangkaian ekstraksi yang secara terpisah menghilangkan senyawa berbobot molekul rendah dan polisakarida yang larut air. setelah ekstraksi berulang, sisa akan terdiri atas selulosa yang kira0kira murni. berbagai langkah kerja yang paling umum dipakai adalah sebagai berikut: 
  • kandungan berbobot molekul rendah dengan mudah dihilangkan dengan ekstraksi-habis memakai etanol mendidih. bila jaringan kaya akan lipid (misalnya biji), lebih baik menghilangkannya dengan ekstraksi menggunakan aseton yang dilanjutkan dengan eter-benzena (1 : 1). polisakarida netral dan larut dalam air sekarang diekstraksi memakai laritan NaCl 1% atau air mendidih. polisakarida tersebut didapatkan kembali dari larutan dengan menuangkan ekstrak itu ke dalam beberapa volume alkohol, dan terjadi pengendapan.
  • pektin diperoleh dari sisa tersebut di atas dengan ekstraksi memakai amonium oksalat 0,5% dan selanjutnya diendapkan dari larutan setelah pengasaman dan penuangan ke dalam alkohol. pada tahap ini lignin dihilangkan dengan ekstraksi memakai natrium klorit 1% PADA 70°C selama satu jam. bila jaringan kaya akan lignin, langkah kerja ekstraksi harus diulang beberapa kali. cara lain mengawaliligninkan dapat dilakukan dengan ekstraksi memakai kloramin-T (natrium p-toluena-sulfonkloramida) dan etanolamina. ekstrak ini dibuang dan sisa dicuci, kemudian dikeringkan.
  • kini hemiselulosa dihilangkan dengan mengekstraksi sisa dengan NaOH 7-12% dalam suasana gas nitrogen pada suhu kamar selama 24 jam. untuk memisahkan hemiselulosa secara sempurna, langkah kerja ekstraksi hendaknya diulang juga sekurang-kurangnya dua kali. hemiselulosa didapatkan kembali dengan mengasamkan ekstrak basa dengan asam asetat dan mengendapkannya dengan etanol. bahan yang tersisa kemudian dicuci betul-betul dan dikeringkan; ini merupakan fraksi selulosa murni.
  • berbagai fraksi polisakarida yang diperoleh itu kemudian difraksinasi lebih lanjut dan dimurnikan dengan berbagai langkah. pemisahan polisakarida linier dan bercabang dalam sembarang fraksi sering kali diperlukan. hal ini dapat dilaksanakan dengan mereaksikannya dengan iodium seperti ditunjukkan di bawah. kromatografi pertukaran ion dan kromatografi Sephadex dapat juga diterapkan pada fraksinasi polisakarida. 
sumber : Harborne, J.B.1987.Metode Fitokimia. Edisi kedua. ITB. Bandung.